![]() |
| Burlian si Anak Spesial |
Selasa, 05 Desember 2017
Burlian si Anak Spesial
Kamis, 31 Desember 2015
The Tricky Three
Apa jadinya kalau ada tiga bocah cilik bandel-bandel dan konyol? Wah pasti langsung dimarahin kepala sekolah. Huhu. Nah, itu dia yang terjadi dengan Chloe. Si imut berambut pirang dan berombak. Hihi, untungnya cuma Chloe yang bertingkah.
Hari gini masi takut hantu?
Hmm, pasti deh langsung dapet tertawaan dari ketiga anak tersebut. Zidan, Chloe dan Rafi. Anak-anak yang hobinya ngeburu hantu. Tiga sahabat yang menyebut diri mereka sebagai The Tricky Three, tiga anak yang cerdas.
Dari hasil penyeledikan mereka, hantu itu nggak ada! Buktinya, putih-putih yang jadi gosip di SMP 2 adalah kain kafan yang suka dibawa kakek-kakek penjaga sekolah. Terus suara tangisnya juga. Itu suara tangisan beliau. Jadi beliau adalah orang tua yang selalu nangis ingat mati sehingga selalu bawa kain kafan ke mana-mana.
Ada nilai religiusnya juga 'kan? Jadi bukan bandel beneran! Haha.
Nggak cuma mereka bertiga, karena Mama Chloe juga turut serta. Memeriahkan cerita. Merencakan sesuatu yang tak terduga di acara pentas paling horor. Ada juga Agung yang sukanya memecahkan kasus-kasus hantu sendirian.
Bagaimana kisah seru-seramnya? Cekidot deh!
Buku dengan tebal 88 halaman ini memuat tiga cerita yang berbeda dengan tokoh yang sama. Ini buku kedua serial Mostly Ghostly. Ditulis oleh Adam Putra Firdaus dengan judul Mostly Spooky. Niatnya akan ada buku ketiga, Mostly Creepy.
Anak-anak yang tidak takut hantu. Itu kenyataannya. Hantu? Mana ada!
Bermain dengan Tiga Bocah Cilik
Okay, aku sudah kepala dua tapi masih baca buku anak kecil. This is the reason, aku lagi pengen bikin cerita anak. Kemaren sempet mau ikut tapi ternyata lupa nggak kekirim. Jadi ya gitu. Aku harus lebih teliti lagi.
Buku ini sudah kubeli jauh hari sebelum deadline. Sebagai hadiah buat adikku. Buat teman baca waktu liburan. Ceritanya sekali dayung dua pulau terlampaui.
Bad Dreams and Hot Chocolate karya Putri Salsa ternyata adalah serial dari Cool Skool. Tentang tiga bocah SD bernama, Kate, Gen dan Niki. Berlatar tempat di UK. Bagi aku yang mahasiswa sasing (baca: sastra inggris) buku ini asik dibaca. Bahasa Inggrisnya renyah banget. Tapi buat adikku yang masih kelas tiga esde membuatnya meminjam kamus atau bertanya langsung padaku. Lumayan buat belajar 'kan? :)
Anyway, dalam cerita mereka sedang duduk di kelas enam. Jadi pantesan kalo adikku nggak ngerti englishnya.
Ada aja kisah konyol yang menyertai mereka bertiga. Mulai dari Kate yang mimpinya selalu serem-serem sampai bunyi cekikikan di ruang musik jam enam sore. Niki yang ganteng abis, sering dimintai tanda-tangan sama adik kelas. Gen sebagai sosok leader di antara temannya.
Bukan cuma kisah mereka bertiga, kelas 6C yang gokil dan kompak abis juga turut serta. Saking kompaknya mereka bikin Sir Aubrey yang galaknya minta ampun mundur dari sekolah. Lagian zaman sekarang masih percaya tahayyul? Ouch, lihat dekorasi ruangannya yang penuh dengan jimat.
Seru dan nggak ngeselin meski dibaca kita-kita yang sudah kepala dua. Deuw, kesannya tua banget yak.
Selain cerita, ada juga tip and triks dari Niki, Kate dan Gen. Kelas yang bored, juga biar shopping nggak kebablasan. Remaja banget lha buku ini. Adek gue yang masih kelas satu esde juga ikut baca. Memperkaya kosa kata.
Last but not least, enjoy this book then bagi juga pengalaman kamu setelah baca. Ja ne!
