Tampilkan postingan dengan label Nonfiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nonfiksi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Oktober 2024

MELAHAP HIDANGAN KIMCHI XAVIERA

KIMCHI CONFESSION INSIGHT 
Comparison is endless. Sekeras apapun kau berusaha, terkadang privilese yang dimiliki seseorang melebihi hasil yang kemudian kamu dapat.

Namun, kita tak pernah tahu. Perjuangan yang telah ia mulai dari kecil. Didikan orang tua yang penuh air mata. Ataupun belajar diam-diam penuh lelah kretek-kretek di punggung.

Hard learning! Work hard, pray hard, play hard. Seriuslah dalam belajar. Karena ilmu apapun yang sedang kita pelajari akan sangat membantu di masa depan. Education in the most impotance in this world. Learning is a must. Terlebih kita sebagai umat muslim.

Belajar menjadi kewajiban kita. Bahkan hal pertama yang wajib kita lakukan sebelum beribadah. 

Kita takkan tahu caranya memakai kerudung yang baik dan benar kecuali kita belajar. Kita tidak akan bisa shalat mencontoh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam jika kita tidak belajar.


CERITA SEPIRING KIMCHI
Xaviera, pelajar Indonesia yang bersekolah di Korea. Perempuan dengan segudang prestasi, namun sebagai minoritas muslim seringkali menumpahkan segala resah di hati ke sepiring kimchi.

Ia bercerita bagaimana kerasnya belajar di sana. Belajar malam yang wajib dilakoni saban hingga pukul 10:00, 12:00 malam atau bahkan 02:00 dini hari. 

Saking kerasnya belajar, ada pelajar-pelajar yang diam-diam belajar di ruang kamar mandi. Dikarenakan lampu ruang lainnya otomatis mati dan wajib tidur. Namun mereka tahu, jika tidak belajar keras mereka tidak akan memiliki masa depan.

Viera menghadapi, melalui tatapan-tatapan heran orang-orang tentang hijab dan melalui shalat serta berbuka puasa sendirian. Hingga akhirnya ia jadikan topik dalam sebuah lomba speech.

MENJADI BINTANG
Menurutku buku ini masih menyimpan banyak hal yang belum diceritakan. Aku tahu Xaviera menghadapi lebih banyak tantangan, bekerja lebih keras. Kalau tidak ia tidak akan menjadi terbaik dalam banyak hal; riset di sekolah, ekskul dan nilainya yang selalu the best.


OVERALL
Aku suka cara Xaviera menuliskan autobiografinya berupa perjalanan hidup yang mudah dicerna. Bahkan anak-anak SMP bisa membacanya. Mungkin bagi yang dewasa kita akan mengulik banyak hal seperti parenting orang tua, cara Viera belajar dan juga tingkat endurance-nya seorang perempuan muslim. I think there are still many things to explore.

Bersyukur kita di era media sosial ini kita bisa menggali hal-hal tersebut di berbagai macam podcast. Terlebih setelah Xaviera menjadi naik daun lewat kompetisi Class of Champion.

COVER DAN LAYOUT
Cara penyajian buku ini juga keren. Sampul bukunya dihidangkan langsung oleh Sang Kakak. Penata letaknya, Dinda Djohani juga apik menyusun buku ini. Menaruh foto-foto dan corat-coret lucu di awal dan akhir buku membuat buku ini tidak membosankan dan dapat diselesaikan dalam sekali duduk. Auto follow akun Instagram-nya :D

______________
Judul: Kimchi Confession
Penulis: Xaviera Putri
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: Cetakan 1 2023
Jumlah Halaman: 163

Sabtu, 16 Desember 2017

Pernyataan Sikap Anak-anak Palestina

Pernyataan Sikap Anak-anak Palestina
Zionis Yahudi telah menduduki Palestina sejak tahun 1948. Mereka datang menjajah dan memborbardir tanah air penduduk Palestina. Menghancurkan bangunan, dan membunuh kejam penduduknya.

"Aku juga gelisah dan takut karena pesawat-pesawat F-16, pesawat pengintai, dan pesawat Apache selalu menginspeksi kami, menghujani kami dengan bom fosfor yang mematikan, melempari kami dengan rudal dan mortir. Aku benci Zionis."
Yusuf, 11 tahun.

Palestina yang utuh telah terbagi menjadi dua. Kini ada negara Israel yang menduduki kota suci kita. Hanya sepetak kecil yang tersisa.

Palestina Kini.
90 anak-anak Palestina menyatakan sikapnya. Mereka menceritakan kondisi Palestina dalam buku ini: Surat Sahabat dari Palestina, Masih Adakah Harapan buat Kami? Anak-anak Palestina ini juga menuliskan perasaan, harapan mereka. Terlebih pada dunia internasional.

"Kepada masyarakat dunia aku meminta do'a dan dukungan. Doakan aku dan rakyat Palestina agar Allah meneguhkan kaki-kaki kami melawan musuh."
Alyan, 12 tahun.

Palestine will be free.

Anak-anak Palestina dengan rentang umur 7-18 tahun ini juga membisiki kita tentang cita-citanya. Mereka ingin membebaskan Palestina dari jajahan Israel dan menghafal Al-Quran. Tentu saja itu cita mereka yang paling utama.

Setiap anak menyebutkan mimpi-mimpi mereka. Majdi (8 th) ingin menjadi tentara pembela negara. Sama seperti Ahmad (9th) yang ingin menjadi mujahid Palestina. Dan kelak ketika besar, Umar (7th) ingin menjadi dokter agar dapat membantu saudara-saudaranya yang sakit dan cedera.

Tak hanya warga Palestina yang berduka cita, namun seluruh muslim dunia. Al Quds, Kiblat pertama muslim. Tempat Nabi Muhammad mengimami ratusan Nabi. Tempat Rasulullah berhenti sebelum pergi ke sidratul Muntaha bertemu Allah 'azza wa jalla.

Dan Al-Quds adalah milik kami dan bukan untuk dijadikan ibu kota Israel!

Dome of the Rock (kubah emas) dan Masjid Al-Aqsha (kubah hijau keabuan) di Yerussalem timur.

"Kalau aku sudah besar, aku bercita-cita untuk membebaskan Masjid Al-Aqsha dan shalat di dalamnya. Aku juga bercita-cita menghancurkan  kekuatan Israel dan melenyapkan pendudukan Israel atas tanah tumpah darah kami di berbagai penjuru negeri Palestina. Semua itu kulakukan karena itulah hak kami. Kami hanya ingin mengambil hak kami, lain tidak..."
Sha'ib, 15 tahun.


***

Judul: Surat Sahabat dari Palestina, Masih Adakah Harapan buat Kami?
Penyusun: Komite Nasional untuk Rakyat Palestina
Penerjemah: Ali Ghufron dan Darsim Ermaya I.F.
Penerbit: PT Era Adicitra Intermedia
Cetakan: Kedua, Jumadat Tsani 1436
Halaman: 225 halaman

Senin, 04 Desember 2017

My Hijab My Hijrah: Langkah Istiqamah Akhwat UTM

My Hijab My Hijrah: Langkah Istiqamah Akhwat UTM
Membaca My Hijab My Hijrah karangan akhwat UTM (Universitas Trunojoyo Madura) bagiku seperti kegiatan menambal lubang-lubang iman yang terkikis syubhat tak tentu arah. Charge yang selalu berfungsi meski telah membacanya berkali-kali. 

Memberikan pemahaman baru. Serta semangat untuk tetap istiqamah mempertahankan idealisme yang amat prinsipil. Jilbab yang sesuai syariat; menutup seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan kaki, tebal tidak menerawang, tak serupa lelaki dan kerudung minimal menutup dada.

Mereka perempuan-perempuan hebat yang tetap tegar meski lingkungan atau bahkan keluarga menolak perubahan dengan sangat jelas. Bahlan ada akhwat yang rela dipukuli keluarganya demi mempertahankan jilbab.

Fenomena ini membuatku tersadar kita belum merdeka. Setidaknya dari sekitar. Kita tahu setiap orang memiliki haknya masing-masing, tapi masih saja ada yang tidak terima. Berjilbab memang diperbolehkan tapi ada sekolah yang melarang.

Buku-buku atau kisah semacam ini adalah penguat bagi kita; perempuan akhir zaman yang mengalami banyak fitnah dunia. Baju seksi yang menggoda iman para lelaki terlihat berseliweran di sana-sini.

Ketika kita memutuskan hijrah, terkadang semuanya berjalan tak sesuai dengan semestinya. Ada batu-batu kerikil yang menghalangi. Cerita ini adalah langkah wa tawashau bil haqqi wa tawashau bis shabri.

Saling mengingatkan bahwa mereka pun mengalaminya. Perjalanan mereka pun tak mudah. Tapi mereka percaya ada Allah Sang Penolong, tempat mengadu yang selalu ada saban waktu. Pada janji-Nya mereka percaya. Surga yang menawan jiwa serta perjumpaan nan angung dengan Sang Maha.

Dan Allah akan menjadikan segalanya indah.

21 perempuan mengisahkan kisah hijrahnya di sini; My Hijrah My Hijrah. Dibawakan dengan mengharu-biru, menggelikan yang membuat sejenak kita tertawa dan senyum-senyum sendiri.

Baca dan temukan getar imanmu di sana!

***

Judul: My Hijab My Hijrah
Penulis: Ani Marlia, dkk
Halaman: 198 + XVIII
Penerbit: Minhaj Press
Editor: Tim Press 'n IT
Desainer Sampul: Insan Muplihah
Layouter: Shofia Asri


***

Buku dapat dibeli seharga Rp 42.000 dan dapatkan diskon sebanyak 20% dengan mencantumkan kode 'ISTQAMAH BERHIJRAH' pada pemesanan. Bisa diorder melalui nomor telepon genggam berikut ini: +62 857-3032-9959.

Jangan lupa sertakan kode uniknya agar kamu bisa menghemat pengeluaran berbelanja. Sisanya bisa ditabung untuk masa depan atau bersedekah untuk orang di sekitar.

Selasa, 24 Oktober 2017

Meneladani Abu Bakar: Sahabat Utama Rasulullah

Meneladani Abu Bakar: Sahabat Utama Rasulullah

Abu Bakar As-shiddiq, begitu sahabat utama Nabi ini mendapat julukan. Gelar kehormatan yang dilatarbelakangi oleh peristiwa Isra' Mi'raj. Pagi itu orang-orang seperti biasa berkumpul di Ka'bah. Rasulullah juga di sana, khusyuk beribadah kepada Allah. Sedang Abu Jahal mengoloknya tak percaya, "Mana mungkin Muhammad semalam melakukan safar ke Palestina. Padahal sekarang ia sudah berada di sini."

Orang-orang yang tak sengaja bertemu dengan Abu Jahal juga banyak yang terpengaruh.

Riuhlah Makkah. Benarkah?

Berita itu pun sampai pada Abu Bakar. Mendengarnya, bergegaslah ia. Menemui sang sahabat. Menanyakan kebenaran.

Seketika itu, saat perjalanan Isra'-Mi'raj terucap dari lisan Muhammad. Seketika itu Abu Bakar mempercayai sang sahabat. Sepenuhnya.

"Engkaulah As-Shiddiq, yang mempercayaiku tanpa ragu."

Sejak itu ia dipanggil dengan nama Abu Bakar As-Shiddiq yang pada masa jahiliyah bernama Abdul Ka'bah. Teman-temannya memanggil Abu Bakar dengan nama Atiq.

Sumarti M. Thahir mengisahkannya dengan sangat lugas. Meski diperuntukkan pada anak-anak bahasanya kurasa dipilih secara ketat dan tetap menghasilkan haru yang membiru.

Meski begitu, para sahabat memang teladan yang patut kita tiru. Tak peduli siapa yang menceritakannya kepada kita.

Buku Abu Bakar As-Shiddiq: Sahabat Utama Rasulullah ini dimulai sejak masa kanak beliau. Bernama Atiq, ia sudah menunjukkan keraguannya pada patung di sekitar ka'bah. Itulah mengapa ayah Abu Bakar menyebutnya pembangkang.

Allah menjaganya dari syirik.

Hatta pada saat remaja, bersama Nabi ia menjalin pertemanan. Dan kemudian menjadi yang pertama beriman.

Penulis buku ini menceritakan Abu Bakar sedang melakukan perdagangan di Syam kala wahyu pertama turun. Tapi tentu saja, ini tidak menghalangi Abu Bakar menjadi as-saabiquunal awwalun, orang-orang yang pertama masuk Islam. Serta satu di antara yang dijamin masuk surga.

Berkat pertemanan iman itulah, ilmunya semakin tambah dan qanaah.

Pernah suatu waktu para sahabat mengumpulkan harta benda mereka untuk keperluan perang. Adalah Abu Bakar yang menginfakkan seluruh miliknya tanpa tersisa.

Bukan hanya dermawan, ia adalah karib yang menenangkan. Kala di Sumur Badar, Nabi sempat galau karena pasukan muslim hanyalah sedikit.

"Sesungguhnya Allah akan menenangkan hatimu. Dan takkan pernah membiarkanmu kecewa. Tenangkan hatimu, Ya Rasulullah."

Abu Bakar adalah sahabat yang paling tegar. Tatkala Muhammad wafat, banyak yang tak percaya. Bahkan Umar menghunus pedangnya. Jika ada salah seorang yang mengatakan kepergian Rasulullah untuk selamanya.

"Bukankah Muhammad adalah manusia sebagaimana diutusnya rasul Allah sebelum beliau. Barangsiapa yang menyembah Muhammad ia telah wafat. Barangsiapa beriman kepada Allah dan menyembahNya. Maka Allah kekal selamanya.."

Nasehat Abu Bakar membuat Umar lansung pingsan.

Karena selayaknya jika ada seorang sahabat yang sangat berduka, dialah Abu Bakar. Sahabat utama, karib paling dekat dengan Rasulullah.

Abu Bakar menjadi khalifah kemudian. Setelah sebelumnya terjadi sengketa. Orang Anshar membaiat Sa'ad bin Ubaidah. Sedang Umar membersamainya 'melerai' orang Madinah. Lalu As-Shiddiq merelakan salah satu di antar Umar dan Abu Ubaidah menjadi khalifah selanjutnya.

Namun kaum muslimin lebih memilih Abu Bakar. Karena pemimpin sejati adalah yang dipilih umat bukan ia yang meminta.

Khalifah kita ini wafat di usia 63. Tepatnya tanggal 22 Jumadil Akhir, tahun 13 Hijriah.

Overall, buku shirah ini bagus buat tambahan bacaan buat Dek Wafi. Rekomen buat pembaca lainnya. Ada peta perang dan ilustrasinya juga. Cocok buat anak umur >6 tahun. Cuma ada ilustrasi yang menurutku kurang sesuai.

Rumah istri-istri Nabi dalam buku Ummahatul Mu'minin tulisan Muhibbudin At-Thabari kesemuanya terbuat dari pelepah kurma. Kecuali rumah Ummu Salamah yang terbuat dari batu bata.

Tapi yaa karena buku anak-anak kebanyakan ada ilustrasinya walau satu-dua. Etapi sekarang Dek Bela dan Dek Wafi sudah mau baca buku-buku Tere Liye; Serial Anak-anak Mamak, Bintang yang tidak ada ilustrasinya sama sekali.

Empat bintang buat buku ini! Dek Wafi masih suka sebut-sebut cerita Abu Bakar, "Mbak waktu Abu Bakar jadi khalifah... bla.. bla.." Meskipun bacanya sudah seminggu lalu.

☆☆☆☆

Judul: Abu Bakar As-Shiddiq: Sahabat Utama Rasulullah
Penulis: Sumarti M. Thahir
Penerbit: PT. Citra Putra Bangsa
Cetakan: Keempat, 2009
Halaman: 45


Kamis, 03 Agustus 2017

Menata Hati Bersama Imam Al-Ghazali

Sabar. Itu poin pertama yang melekat di pikiran setelah membaca buku ini. Soalnya tadi sudah nulis banyak. Tulisannya tinggal beberapa kalimat. Tapi lantas hilang tak bersisa dan aku harus menulisnya kembali dari awal.


Sabar. Karena dalam Ali Imran ayat 186 tertulis di sana bahwa sabar adalah sikap utama yang harus dimiliki oleh orang yang bertakwa. Dan Imam Ghazali juga mengingatkan kita akan Surat Az-Zumar ayat 10 yaknk hanya orang-orang yang bersabarlah, yang Allah beri pahala tanpa batas.

Pun Rasulullah juga bersabda, la taghdab wa lakal jannah. Janganlah kamu marah surga untukmu.

Setimpal, karena menurut Ifa Avianty, Putri Salju yang baik hati bisa berubah sikapnya seperti ibu tiri kala marah. Menyeramkan sekali bukan.

Pangeran yang biasanya jadi pahlawan pun 180 derajat berbeda sikapnya kala marah. Laiknya penjahat kelas kakap yang kehausan darah. Ups, kayaknya ini berlebihan pemirsa.

Tapi jika itu fakta, kita tetap berharap orang-orang yang dikuasai amarah kembali lagi ke jalan yang benar.

Tips dari Rasulullah. Jadi jika kamu marah saat berdiri, duduklah. Berbaringlah jika belum juga reda. Lalu sholat dan membaca quran agar hati kembali tenang.

Perkara hati menjadi perhatian utama Imam Al-Ghazali. Karena jika hati nggak karuan. Sulitlah untuk bisa fokus beribadah. Keikhlasan berkurang. Mau qanaah rasanya susah dan bawaannya riya' melulu. Astaghfirullah.

Jadi apa gunanya beribadah selama 70 tahun jika hanya seperti mengisi ember bocor. Na'udzubillahi min dzalik.

Imam Ghazali mengajari kita untuk dzikrul minnah. Mengingat segala kekuasan Allah, kebesaranNya. Agar kita tidak takabbur. Untuk tidak thulul amal, alias lebih banyak berangan-angan daripada beribadah. Sholat tapi mikirin A-B sampai Z.

Itulah mengapa Imam Ghazali menempatkan hati sebagi porsi paling banyak untuk dibahas. Kita memang diperintahkan menjaga mata untuk tidak bermaksiat. Tapi dengan menutup pandangan jadilah sekeliling gelap. Lisan bisa berbicara banyak. Dengan mengatupkannya, berhentilah ia berkata-kata.

Namun hati, meski semua anggota badan diam tak bergerak. Hati bebas berkeliaran siang malam. Boleh berpikir apa saja.

Kita sebagai raja, tentulah sangat disarankan untuk bisa menata hati. Agar ia lebih condong pada Allah. Jadi kalau mau marah ingat Allah. Ingat surga yang dijanjikan. Ingat bahwa amarah itu hanya sementara dan sebentar lagi reda jika kita mengikuti saran-saran dari Rasulullah.

Ingat dampak amarah yang bisa saja membuat orang lain terluka. Bisa hati, bisa juga fisik. Hanya dikarenakan emosi yang tak terkendali. Allah, Allah, Allah!

Jangan karena Allah memberi kita lima emosi, maka marah pun dipakai dengan alasan biar tidak mubadzir. Duh.

Sebenarnya marah pun bisa diarahkan dengan baik. Misalnya marah dengan Israel yang menjajah Palestina bertahun-tahun. Marah dengan pemerintah yang pro Zionis contohnya. Seperti kata Asma Nadia, istilahnya, dendam positif.

Namun dibalik itu semua, aku masih bertanya-tanya, benarkah penulis buku ini Imam Al Ghazali? Soalnya beberapa kali tertulis kata penyusun di sana. Ada tulisan, "Imam Ghazali berkata..." di halaman 366.
Di sampul depan tertulis Imam Al Ghazali, namun di dalam buku tercantum Imam Al Ghazaly. Entah itu typo atau memang beda orang.

Hal menjanggal lainnya adalah ada beberapa hadits atau kisah yang sanad atau riwayatnya tidak dijelaskan dari siapa dan siapa. Tidak seperti Ibnu Katsir dalam tafsirnya yang fenomenal itu, beliau menyebut mana yang berstatus shahih, hasan bahkan yang gharib.

Terlepas dari itu. Yuk move on. Kalau belum bisa menata hati, bisa baca buku ini.

***
Judul: Minhajul Abidin: Petunjuk Ahli Ibadah
Penulis: Imam Al Ghazaly
Penerjemah: Abul Hiyadh
Penerbit: Mutiara Ilmu
Cetakan: Pertama Muharram 1416
Halaman: 390


Jumat, 28 Juli 2017

Belajar dari 101 Dosa Penulis

Dosa adalah kesalahan. Darinya kita belajar agar menjadi lebih baik dibandingkan masa sebelumnya. Isa Alamsyah, suami Asma Nadia membocorkan kepada kita 101 Dosa Penulis Pemula. Tentunya agar kita mengambil hikmah. Belajar untuk tidak mengulanginya. Tobat euy, tobat!

Buku ini diawali dengan berbagai jenis pengulangan yang sering dilakukan oleh penulis. Seperti terlalu banyak aku dalam satu kalimat. Menerangkan yang sudah jelas. Klise tapi sering terjadi.


Aku masuk ke kelasku sambil kubawa buku sejarahku yang lumayan berat. Baru saja kumelangkah, sahabatku yang selalu membantuku di saat aku sedang kesulitan, memanggilku dari jauh.

Ups.

Dosa lainnya adalah konflik dan detail. Terkadang seorang penulis tidak fokus dengan apa yang ingin dia sampaikan. Tulisan yang harusnya hanya membicarakan satu pokok permasalahan lantas melebar ke mana-mana. Dan detail yang tidak perlu menjadi ada.

Pak Isa mengisyaratkan hal tersebut dengan penulis mabuk. Bicaranya banyak tapi maksud dari yang dikatakan tidak ada. Fokusnya hilang.
Beliau mengibaratkannya dengan drama yang membosankan. Apalagi jika lead atau opening tulisan tidak membuat pembaca tertarik. Mereka pergi begitu membaca paragraf pertama, atau bahkan hanya kalimat pembuka.

Itulah pentingnya belajar mengaplikasikan teknik-teknik yang benar pada tulisan.  Cara tertentu yang harus kita pelajari. Tentunya menulis berita berbeda dengan menulis puisi.

Di dalam buku ini Pak Isa memaparkan beragam contoh. Sampelnya diambil dari anggota KBM (Komunitas Bisa Menulis) di Facebook.


Sedangkan untuk shirathal mustaqim alias tulisan yang sesuai kaidah, banyak mengambil ilustrasi dari adegan film-film luar negeri. Kamu bisa mencatat judul dan mengunduhnya sebagai bahan ajar. Contekan biar tulisanmu makin indah di mata pembaca.

Menurutku buku ini nggak hanya cocok untuk pemula. Penulis profesional pun butuh mengoleksi karya Pak Isa sebagai bacaan. Tentunya agar sehabis membaca mereka bisa langsung praktek. Karena tuntutan profesi kan.

Bukankah ilmu yang bermanfaat adalah yang diamalkan? Tambah nafi' wes.

Melihat semua seluk-beluk kepenulisan dikupas habis di sini, Dari A sampai Z! Itu membuatku memberi empat bintang dari lima.  Titik koma penulisan dialog hingga PoV [point of view] dan pemilihan diksi juga dibahas.


Kerennya lagi, buku 101 Dosa Penulis Pemula hanya disusun dalam jangka waktu sepekan! Masya Allah. Tujuh hari menulis tanpa henti. Buku setebal 318 halaman.

Karena gigih dan nekat juga perlu menjadi mental penulis. Pun semangat pantang menyerah. Louis L'Amor, pernah ditolak sebanyak 350 kali. Namun kini memiliki lebih dari 100 buku. Ya, beberapa bab terakhir membisikkan kita sekian motivasi agar terus melanjutkan tulisan. Meneruskan perjalanan literasi tanpa takut patah hati ditolak kepala direksi.

Yuk! Taubat, yuk.. biar nggak dosa.

Alias,
terus berlatih agar tulisan kita makin kece.


***
Judul: 101 Penulis Pemula
Penulis: Isa Alamsyah
Penerbit: Asma Nadia Publishing House
Halaman: 318



Selasa, 27 Juni 2017

Tony Buzan's Speed Reading Technique

Speed reading atau membaca cepat kurasa sangat dibutuhkan semua orang. Bagi orang barat sana, time is money. Teknik ini dapat mengefektifkan waktu kita. 

Indeed, kita kan suka beralasan so many books so little time. Ngeliat buku-buku keren di perpus pengen dilahap semua. Buku di bazar murah apalagi. Dan apalah kita yang sok sibuk berlagak punya waktu sekadar baca buku, hoho.

Ceritanya aku baru aja namatin buku Speed Reading-nya Tony Buzan. Buku berwarna jingga yang lumayan beraat bacaannya.


Well, apa saja yang tertulis di sana?

Fakta berbicara bahwa warna mata, rambut bahkan katanya pun nilai IQ udah dari sononya nggak bisa berubah. Tapi speed reading, bisa! Gue udah cobain. Yang awalnya sekian jadi sekian. Ada-lha increase-nya.

Di dalam buku Tony Buzan ini juga dilengkapi dengan alat ukur kecepatan bacaan kita, soal-soal penunjang dan teknik-teknik yang dapat kita praktikkan langsung saat baca buku.

Hal yang pertama yang harus kita kuasai adalah how we use our eyes. Saat membaca usahakan kepala kita diem. Biarkan our visual equipment bekerja; bola mata yang bergerak ke kiri dan kanan atau atas ke bawah.

Bayangkan mata kita laiknya mata elang. Yang meskipun fokus menatap tengah, tapi teteup aware sama sekitar. Inilah trik salah seorang tokoh bagaimana ia dapat melahap satu halaman dalam satu kedipan mata. Cling! Udah kebaca semua.

Nggak heran, beliau-beliau yang jago itu bisa baca 3.000 wpm (dalam satu menit). Daebak sekali bukan?

Teknik lainnya adalah fokus pada kata yang ada tengah pada setiap baris. Jadi usahakan pandangan kita dalam mode wide angle. Jadi semua kata dalam satu baris lengkap terjangkau.

Bisa juga dengan membaca zig-zag. Mulai dari kiri atas ke kanan. Ke kiri lagi terus ke kanan sampai selesai satu halaman. I think this technique is the simplest one. *soalnya yang sekali kedip belum bisa, hoho.

Teteupp meskipun kita lagi membaca cepat konsentrasi masih diperlukan. Ya kan nanti kita kudu menguasai bacaan. Harus bisa jawab pas the examiners nanya-nanya di sidang skripsyong. Eh? :D

Terus biar kecepatan baca kita nambah, perlu nih menguasai vocabularies. Jadi pas baca, oh ini udah ngerti maksudnya apa. Bisa ditunjang dengan memahami pembentukan kata seperti afiks-prefiks-sufiks gitu. Kalo ada 'pre' atau 'pra' artinya 'sebelum', kalo 'post' maknanya 'sesudah'. Ini memudahkan otak kita biar cepet nyambung.

However, biar bacaan kita nggak terganggu alias makin lambat. Sangat tidak disarankan untuk kembali. Kembali membaca kata atau kalimat sebelumnya yang sudah kita baca. Karena sebenarnya otak kita lagi proses pencarian jati diri, hoho. So, meskipun kamu nggak balik nengokin, 'eh tadi maksudnya apa ya,' that thing already submitted to our brain file.

Dan lagi, jangan pakai jari untuk bantu baca. Karena itu akan memblokade pandangan kita. Ini akan membuat speed bacaan kita berkurang. Tapi kalo buat anak preschool bolehlah, karena mereka masih belajar mengenal huruf per huruf hingga kata per kata.

Well, sebenarnya masih banyak teknik-teknik yang diajarkan Tony Buzan. Tapi itu saja yang bisa aku bocorkan. Lainnya bisa kaubaca langsung on his book.

Don't forget to expand your visual power in order to be like Sean Adam who has 4.550 wpm. That's incredible! ♡

Selasa, 25 April 2017

Merangkum Jejak Sang Pujangga (Chairil)

..karya sastra bisa sedemikian menakutkan bagi penguasa..

Belum sempat kutuntaskan Gadis Pantai, buku Chairil sudah di genggaman meminta kesudahan. Dua buku dengan sastra tinggi buatku. Namun ternyata Chairil lebih mudah dicerna maksudnya. Pun jika dibandingkan dengan skenario Aku. Mungkin karena penulisnya yang hidup di masa kini. 

Tercatat di awal buku, biografi ini adalah cetakan pertama tahun lalu; 2016. Pantas bukan, jika aku menyebutnya masa kini.

Buku terbitan Gagasmedia tersebut menurutku adalah biografi yang super-lengkap disbanding lainnya; buku-buku yang juga menyajikan hal serupa. Di daftar pustaka ada 48 rujukan yang menjadi sumber bagi Hasan Aspahani, sang penulis dalam meliarkannya ceritanya tentang Chairil.



Kehidupan Chairil
Karena sejatinya senjata para penyair adalah kata-kata


Chairil berasal dari keturunan konglomerat. Asli Medan yang kemudian merantau ke Batavia. Meski begitu orangtuanya rutin mengirimkan uang untuk kebutuhan Chairil. Pantas saja jika Chairil seringkali terlihat di pesta-pesta para bangsawan.

Sang Penyair hidup di kala bangsa masih dijajah Belanda dan Negeri Sakura. Tidak mengherankan jika karyanya banyak dipengaruhi oleh keadaan sekitar. 

Sebagian puisinya bertuliskan kisah tentang perjuangan. Di buku Chairil kita juga menemukan Indonesia di masa lampau. Saat mendengarkan radio harus sembunyi-sembunyi. Kala sang penyair turut memiliki pistol di kantongnya. Selalu siap sedia untuk ditarik pelatuknya. Meski tak pernah dilakukannya. Karena sejatinya senjata bagi Chairil adalah kata-kata.

Keadaan itu otomatis memutus kiriman dari tanah kelahiran. Terlebih perang masih bergejolak. Chairil pun mulai menghidupi diri dengan puisi. Berpuisi pun tak boleh sembarangan. Karena karya yang masuk redaksi akan dikontrol ketat oleh tentara Jepang. Meski begitu, ia pernah tertangkap. Masuk penjara menjadi tahanan sang penjajah.

Honornya tak seberapa tapi cukup untuk buku tuk kembali mengasah pena. Kerjanya yang tentu tiap bulan mendapat gaji membuatnya diusir Hapsah, sang istri. Bersama buku-buku ia pun pergi ke rumah rekannya. Ya, penyair kita ini dituliskan tak pernah punya rumah. Ia tinggal alias menumpang di berbagai tempat; orang-orang yang ia sebut sahabat.


Sahabat Sekitar
Jassin, yang kuserahkan padamu-yang kunamakan sajak!-itu hanya percobaan kiasan-kiasan baru.


Saudara, sahabat dan kenalan yang menjadi saksi perjalanan kepenyairan Chairil Anwar menjadi sumber utama selain buku-buku. Salah seorang sahabatnya, dikisahkan oleh Hasan Aspahani tentang Sal, Maria dan Sjahrir. 

Cerita yang hampir serupa dengan persahabatan Abu Darda’ dan Salman. Jika kau telah menamatkan Jalan Cinta Para Pejuang, pasti hafal betul kejadiannya. 

Baiklah akan kuceritakan perihal itu. Suatu saat Salman mengajak Abu Darda’ untuk menemaninya melamar seorang gadis. Sebagai seorang sahabat yang baik tentu saja beliau mengiyakan tawaran rekannya itu. Namun tanpa dinyana, setibanya di rumah sang gadis, pinangan Salman ditolak. 

Abu Darda’-lah ternyata kasih yang selama ini diidamkan oloeh sang gadis. Pekik takbir terelakan dari Salman. Semua mahar yang telah ia siapkan dengan ikhlas hati ia berikan untuk keperluan sahabatnya; Abu Darda’.

Bedanya Maria telah diperistri oleh Sal, namun demi melihat sahabatnya bahagia, dan ia tahu bahwa ternyata Sjahrir pun menaruh hati. Maka dilepasnya oleh Salomon Tas (p.47).

AM Chandra, Asrul Sani, Bohang si redaktur Pujangga Baru adalah nama-nama yang juga berada di sekitar Chairil Anwar. Melalui tangan Bohar-lah karya Chairil berhasil lolos dan terbit. Namun H.B. Jassin adalah sesosok rekan yang tak hanya mengarsipkan karya-karyanya namun juga berani berdebat dengannya.


Gairah Menganalisis
Sebab sebagai penyair, ia kita harapkan lebih banyak menembak dengan kata-katanya. Lewat puisi-puisi yang ia ciptakan. 


Perdebatan sengit antara Chairil dan Jassin yang terjadi di halaman 129 harusnya membuka pandangan baru bagi para penyair. Tentang keterbaruan. Tentang ekspresionisme. Katanya,

“Apakah kebagusan sebuah sajak itu diukur dari termuat atau tidaknya di majalah atau surat kabar? Bung, sajak yang baik itu menguji wawasan redaktur pengasuh sajak, bukan bukan mengikut mematut-matut dengan selera redaktur.”

Dalam buku ini berkali disebutkan tentang ekspresionisme. Banne des Expressionismus, buku dalam bahasa Jerman yang kerap kali dibaca Jassin. Seperti halnya Chairil, H.B. Jassin juga keranjingan buku-buku. Nah, paham ekspresionisme yang suka disebut-sebut itu menggairahkanku. Untuk segera memburu bukunya tentu saja, dan mulai mengaplikasikannya dalam karya sastra. Nganalisis lagi yuk! Jerman? Iya, kita akan bertemu prominent figure dari sana lagi. Wah kayak déjà vu dong.

Well, menamatkan buku Chairil laiknya bimbingan skripsi. Belajar menganalisis puisi.


Puisi Narasi Aspahani
Penyair takkan menjadi penyair jika ia tak menuliskan sajak-sajaknya.


Membaca narasi bernapaskan puisi. Menelusuri Chairil seperti mencicipi ribuan sajak. Penulis yang jago nyastra. Delapan buku tertulis di profil penulis. Di belakang buku.

Ada setidaknya delapan potong sajak yang kulahirkan berbarengan dengan membaca Chairil. Bisa saja itu dikarenakan gaya bahasa sang penulis yang amat puitis. Yang mungkin besar pengaruhnya dari biografi ini. Yang membuatku penaku gatal untuk menulis. Mau membaca mereka? Doakan saja, puisi-puisi itu terbit di koran dalam waktu dekat 

Terimakasih, Aspahani, telah menghadirhidupkan kembali puisi baru nan manis dalam sajakku.


Luka dan bisa kubawa berlari
berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi.


Ya, kita lihat kini, Chairil masih bernyawa dalam puisi-puisinya meski raga telah berpulang di tanggal 28 April 1949.


Sabtu, 05 November 2016

Cowok Caper Cewek Baper di PERNIK 2016

Dimulai ketika aku sampai di GSC saat mentari mulai meninggi. Posisi, sang pemateri belum tiba di atas kursi yang sudah disediakan panitia di atas podium tinggi. A place higher than us. Begitulah kemudian bagaimana cerita ini bermula. Berkisah padamu tentang suatu masa.

Sebuah acara bertajuk Cowok Caper Cewek Baper, judul yang sama dengan buku yang beliau tulis; Burhan Shadiq. Penulis asli Solo yang mengikhlaskan diri berbagi ilmunya di Madura, tepatnya dalam rangka memeriahkan acara PERNIK 2016 yang digawangi KAMUS FT sebagai penyedia acara bedah buku.

Buku Cowok Caper Cewek Baper memang buku terbaru beliau. Pertama terbitnya September 2016. Sekitar dua bulan yang lalu. Masih fresh from the oven lha. Bikin banyak peserta yang tertarik. Judulnya provokator banget; a statement.

Menurut beliau buku ini lahir atas inspirasi yang Burhan Shadiq dapatkan saat menjadi pemateri dalam sebuah seminar. Memang ya, ide itu bisa datang dari mananya. A place you never imagine before.

Acara bedah buku ini sendiri terselenggara tadi pagi (05/11). Seperti yang sudah tak sebut sebelumnya, bedah buku Cowok Caper Cewek Baper adalah satu rangkaian dari Dies Natalies FT. Di KAMUS FT (Keluarga Muslim Fakultas Teknik) nama acaranya PERNIK (Pekan Raya Fakultas Teknik).

Memasuki jam 08:00 pembawa acara mulai membuka materi pagi itu dengan sedikit games. Eh, lumayan lho bagi yang beruntung tadi dapet qur’an yang menurut pihak sponsor adalah paling worth it.

Sekarang balik lagi about me how attenting the event. Setelah sampai di dalam aku langsung WA Mbak Wind. Mencari keberadaannya. Karena sudah janjian sebelumnya. Indeed, she said that she wears the same color on our cloth. Celingukan deh aku mencari sosok berkerudung coklat.

Sempat kebingungan juga yang mana yang bener. In case I’m not wearing my glasses dan pakai kerudung coklat nggak satu. Cuma curiga aja sama yang duduk paling depan. Bersanding dengan kudung warnah merah muda imut-imut. Then she is!

Si kudung pink-nya itu Dek Ani. Warnanya cantik, Dek An. That’s makes you more beautiful ^^

Therefore, kurangkumkan materi yang beliau sampaikan. Lumayan di buku catatanku ada empat halaman. Here we go!

Pematerinya alumni Sastra Inggris UNS*toss yang sama-sama Sasing. Oia, padahal kudunya try to ask and talking in English ya tadi  memulai dengan Ali Imran 32. A sentence that says, wa laisad dzakaru kal untsa. Beda cowok, beda cewe.

Dari sononya sudah nggak sama. Misal kalo cowok itu suka caper. Kayak ayam jantan kalo ketemu sama betina jalannya suka miring. Sayapnya dikepakkan mencari perhatian.

Sebaliknya cewek, sukanya baper. ditanyain sudah Tahajjud atau belum malah melted. Ini nih lagi, cowok-cowok sukanya modus. Hadeuh.. kalo suka mah halalin aja ga pake lama-lama*haha, kode keras yak? :D

Beda cowok, beda cewe. Kalo cowo sukanya ngegas, cewe sukanya ngerem. Tapi gas sama rem, nggak akan sebanding. Kebanyakan remnya kalah. Tadi pematerinya pinter banget deh bikin onomatopoeia. Suara deruman mobil, barang jatoh, pintu dibuka dll. Pikiranku pun mulai berimajinasi, keren kali ya jadi pemateri kelas dongeng?


Jodoh itu di tangan Allah, tapi selanjutnya terserah kita mau jemputnya gimana. Mau menjemput dengan ketaatan atau kemaksiatan? Akhwat kece pastinya mau yang taat-taat dong. Yang tipe-tipe ngikutin apa yang diperintahkan Allah dalam Al-Quran dan apa yang Rasul Muhammad ajarkan.

Jomblo itu, ibarat puasa. Jadi ada waktunya nanti kita berbuka. Nah, kalo sudah deket-deket maghrib baru deh mulai nyiapin menunya. Mau es cendol atau kelapa muda yang seger. Tapi dua-duanya nyatanya nyegerin, haha.

Jomblo itu rentan dengan jebakan iblis. Makanya kudu hati-hati. Kudunya mah fullfill our life with the good things. Bukan malah dekat-dekat sama hal-hal yang Allah larang. Zina misalnya.

Di Alqur’an memang tak ada tentang larangan pacaran, tapi kalau naskah untuk tidak mendekatinya, ada! Tak ada zina yang mendadak. Salah satu pencetusnya adalah pacaran.

Ah, pokonya mah jangan deket-deket. Jangan sampai kena hati, gitu kata beliau. Berabe nanti jadinya. Tuuh..

Gimana biar terhindar? Buatlah ibadah kita senikmat mungkin. Shalat rasanya nikmat sambil ngebayangin Allah lagi merhatikan. Ngaji rasanya nikmat sambil berimajinasi indahnya surga dan geramnya neraka. Agar serasa Allah talks to us directly. Infaq biar rasanya nikmat. Ngeluarin duit bergambar Soekarno-Hatta tak berat. Cek bagaimana redaksi ayat dalam Al Mu’minun bermula.

Biar nikmat ya mulai step-to-step menjalankan ibadah sesuai dengan syariat. Mematuhi segala perintah dan tak dekat-dekat dengan larangan. Yang cewek, belajar berhijab, menutup aurat. Cause it’s our protection.

Tentang pacaran, umm, nggak usah dekat-dekat deh. Bicara tentang cinta topiknya tak hanya lawan jenis saja lho. Ada cinta sejati, cinta abadi. Yang akan kekal hingga kita mati nanti.

Apa itu? Cinta kepada Allah tentu saja. Pencipta kita, yang memberi nafas dan kehidupan hingga saat ini. Yuk ah, cintai Allah dengan sebenar-benar cinta. Mengabdikan diri kepadaNya. Dengan ilmu yang selalu dan terus kita cari. Karena dengan ilmu derajat kita sebagai manusia akan ditinggikan dibanding makhluk lainnya di sisi Allah.

Terkait ada cowok yang suka. Ada cowok yang tebar pesona alias caper nggak jelas. Tiba-tiba berani datang menyatakan, pilihannya ada dua menurut beliau; halalakan atau lepaskan. Keputusan di tanganmu. You should take one which is the best.

Kalo cuma ngomong doang mah nggak usah dimasukin hati. Apalagi nggak ada aksi. Jangan biarkan jiwamu berkelana menghabiskan masa. Katanya pemateri, if you love me you should marry me.

Jadi putuskan saja; lepaskan atau jadi halal! Nggak usah berharap pada lelaki yang tak jantan. Tak berani datangi orangtuamu meminang masa depan. Dah, lepaskan! Daripada nanti di-PHP-in, hayoo.

Udah.

Dan nggak usah dipikirin lagi.

Dan usah dibikin baper.

Let me tell you. Akhwat kece itu kudu kuat. Kudu tegas ambil keputusan. Jangan mau digantung nggak jelas begitu. Jadi inget katanya Mbak Aya pas di KSEIN FKI Al Azzam deh.

Nah, balik lagi seperti yang pemateri katakan tadi, filling your waiting moment with good things.

Memantaskan diri.

Memantaskan diri bukan biar kamu setara sama dia yang katanya shalih.

Big NO!

Memantaskan diri untuk Allah, that’s good! Jadi nanti biar Allah yang mutusin. Terserah Allah mau menjodohkan kita dengan siapa. Dan yakinlah pilihanNya pastilah yang terbaik. Do’a aja terus, rabbana hablana min azwaajina wa dzurriyaatina qurrata a’yun..

Adeumm, deh dengerin materi dari beliau. Ber jam-jam jadi nggak kerasa. Seru dan gokil nyampein materinya. Kalau menilik dari buku-bukunya yang sudah puluhan itu memang spesialisnya di remaja. Ngobatin luka hati muda-mudi yang sedang merana. Asyik deh materinya.

Dari awal sudah sangat setuju kalau beliau pematerinya. Apalagi tahun 2013 lalu sempat mau diundang tapi batal gegara beliaunya ada acara. Then this time they try their best to contact him again. Lucky us! di hari yang sudah disepakati bersama, beliaunya kosong. Akupun bersorak hore dan cuzz daftar.

Kenal beliau sejak tinggal di Solo. Waktu beli buku beliau yang berjudul Engkau Memang Cantik. Bukunya keren. Berlanjut di udara karena beliau sering mengisi di radio macam Roja’ ala Solo. Aku lupa apa nama tepatnya. Pernah ngisi di MH juga. Jadi semakin suka sama gaya-gaya dakwah beliau.

Thence, lucky me! Di akhir acara dapet doorprize buku. A book tells about Palestine. It’s my first through that I had about the theme; Palestine. Memang rejeki nggak akan ke mana yaa. Selanjutnya lembaga dakwah mana nih yang mau ngundang penulis kece ini?


Rabu, 02 November 2016

Mutiara Kata Jalan Cinta Para Pejuang


Aku tidak tertarik siapa dirimu, atau bagaimana kau tiba di sini
Aku ingin tahu apakau kau mau berdiri di tengah api bersamaku dan tak mundur teratur
Aku tidak tertarik di mana atau dengan siapa kau belajar
Aku ingin tahu apakah yang menjagamu dari dalam, saat segala hal berjatuhan.
Aku ingin tahu apakah kau bisa sendirian bersama  dirimu, dan apakah kau benar-benar menyukai teman-temanmu di saat hampa
-Jean Houston-

Di hutan ada dua cabang jalan terbentang
Kuambil jalan yang jarang dilalui orang
Dan itulah yang membuat segala perbedaan
-Robert Frost-

Pasarkan produk anda dengan ritual
-Herman Karta Wijaya-

Pria pesolek, pria metroseksual, pria yang durasi berdandannya bisa sampai berjam-jam dan keluar-masuk salon kecantikan.

Dunia jauh lebih berharap kepada pria-pria yang menghabiskan waktunya untuk membaca buku, mengikuti berbagai pelatihan, mencermati perkembangan mutakhir, dan menganalisis berbagai peristiwa daripada mereka yang sibuk ke salon, menata rambut, mempermak wajah, dan memadupadankan aksesorisnya
-Marian Salzman

Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja, yang menemanimu sebelum cahaya?
-Letto-

Cinta hanya kenangan lama yang tak lebih dari jejak-jejak airmata. Kalaupun ada hari ini, ia hanya menjadi rindu semalam, cemburu sepagi, dan tengkar sesiang. Tak lebih. Tak bermasa depan. 

Mimpi adalah bagian terindah dan terendah dari visi. Jika kita hendak menaikkannya satu aras, jadikanlah ia cita-cita. Bagaimana caranya? Sematkan tanggal padanya. Karena cita-cita adalah mimpi yang bertanggal. Cita-cita adalah mimpi yang telah kita tentukan waktu untuk mewujudkannya. Mimpi hari ini adalah kenyataan di hari esok
–Hasan Al Banna-

Tetapi ini tentang bagaimana ia tersampaikan hingga hati-hati tak terluka. Hingga lapang dada mengikuti jalan pejuang.

Di jalan cinta para pejuang kita lalu menjaga diri atas hubungan-hubungan antar manusia. Bahwa berbicaranya wanita dan lelaki memiliki adab-adab tersendiri. Bahwa di antara kata-kata ada yang berubah menjadi sihir berbahaya. Ketika kata-kata bernada menjadi pembicaraan khusus, maka ia berdenting, meresonansi dawai-dawai syahwat dalam hati. Di jalan cinta para pejuang kita lalu tahu, bahwa dekatnya fisik dan panjang interaski tak dianjurkan ketika kita berkomitmen menjaga kesucian diri.

Bukannya tren dan mode itu yang selalu salah, tetapi ketidakmampuan kita mendengar pesan sejati dari ilahi gara-gara perhatian kita yang berlebihan terhadap banjiaran data dan informasi. Itulah yang berpotensi bahaya. #posmodern #gadget

Karena selalu ada ruang di antara rangsangan dan tanggapan. Dan ruang itu berisi pilihan-pilihan. Maka itulah gunanya misteri takdir. Agar kita memilih di antara bermacam tawaran. Untuk menyusun cita dan rencana.

Kita bisa lari dari takdir Allah yang satu ke takdir Allah yang lain, dengan takdir Allah juga.

Mandiri. Bangunlah ia sejak kini,agar kita memiliki kuasa pada pilihan-pilihan kita senidri. Di jalan cinta para pejuang kita selalu berkelana dalam pilihan dan itu butuh keberanian.

Mungkin begitulah resiko berpikir besar. Disalahpahami lalu dikagumi.

Berikan padaku perkara-perkara besar. Dan masalah kecil itu berikan saja pada orang lain.

Ooh, indahnya surga, betapa ia kian dekat
Harum semerbak. Segar sejuk minumannya
-Ja’far Sang Panglima-

Kau ingin disebut alim dan kau telah dipuji-puiji. Kau ingin dipanggil dermawan dan itu telah kau dengar. Kau ingin dikenang sebagai pahlawan, keberanianmu telah termasyhur di mana. Dan kau sebut, Allah berbohong. Tidaklah hanyalah itu yang kau tuju, bukan ridla Allah. Maka begitu pula yang kan kau dapatkan.

Inilah uniknya jalan cinta para pejuang. Setinggi apapun, cita tak boleh bergeser dari hawa.

Bening. Mudah dibayangnkan. Mudah dihayati. Mudah dirasakan. Menggerakkan!

Kita merencanakan untuk menyesuaikan diri dengan rencana Allah.
-Hilmi Aminuddin-

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilahkan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan.

Cinta adalah duka yang mengiris pedih di saat-saat berpisah. Rindu mereka akan menguruskan tubuh dan menguras air mata.

Matahari seakan diciptakan karena cinta, rembulan juga bercahaya karena cinta. Dan bila tak ada cinta, maka mustahil air laut mencapai pantai.

Ya Allah aku bersumpah padaMu. Bahwa besok pagi aku akan bertemu musuh,  aku akan membunuh mereka dan mereka akan membunuhku. Lalu mereka akan membedah perutku, mengiris hidungku, dan mencarah telingaku. Lalu aku akan menhadapMu dan  Engkau akan bertanya kepadaku, demi siapa semua ini? Dan aku menjawab, untukMu
-Abdullah ibn Jahsy-

Jika cinta adalah matematika maka yang mencintai kita akan mengalikan kebahagiaan sampai tak hingga
Membagi keseduhan hingga tak berarti
Menambah keyakijan hingga utuh
Mengurangi kearguan hibgga habis
-Anis Matta-

Karena cinta adalah kata kerja. Lakukanlah kerja jiwa dan raga untuk mencintainya
Karena sejatinya cinta tidak mengenal rasa takut
Dia tahu bagaimana takut kepada apa yang harus ditakuti
Orang-orang yg tulus menghargai hidup dengan kecintaan
Mereka mendekapnya sebagai permata yang berharga
Dan mereka memilih waktu serta tempat yang tepat untuk menyerahkannya
Mati dengan penuh kemuliaa 
*Eiji Yoshikawa

Di jalan cinta para pejuang, selalu sucikan hati, lau bertanyalah padanya.
Di jalan cinta para pejuang, berkawanlah dengan  nurani meski kau tersunyi, meski kau sendiri.
Di jalan cinta para pejtang yang terpenting bukanlah seberapa banyak engkau tahu, tapi bahwa engkau mengetahui yang memang bermakna bagimu.

Aku bukan tak sabar, hanya tak ingin menanti
Karena berani memutuskan adalah juga kesabaran
Karena terkadang penantian
Membuka pintu-pintu syaithan

Di jalan cinta para pejuang, biarkan cinta berhenti di titik ketaatan. Meloncati rasa suka dan tak suka. Melampaui batas cinta dan benci. Karena hikmah sejati tak selalu terungkap di awal pagi. Karena seringkali kebodohan merabunkan kesan sesaat. Maka taat adalah priorotas yg kadang membuat perasaaan-perasaan terkibas.

Karena awan-awan merelakan diri jatuh ke bumi.
-Jalaludun Ar Rumi-

Hingga dakwah menyebar bagai angin sejuk menyusuri lintang demi lintang dan bujur demi bujur. Lalu tumbuh, berakar dan mekar.

Posisi apa yang Anda tawarkan pada saya, yang lebih saya nikmati sekarang?

Hatiku penuh dengan kata-kata 
Karena itu tak kuucapkan sepatah pun suara
-Jalaluduin Ar Rumi-


Rabu, 06 Januari 2016

Sehat itu Sederhana

Mitos dan Fakta Kesehatannya Erikar Lebang membuka persepsi baru terkait banyak hal. Sehat itu sederhana. Tak rumit dan murah. Tak perlu banyak-banyak biaya. Orang miskin pun bisa sehat!

Buah dan sayur segar sangat diunggulkan di sini. Terlebih makan buah di pagi hari. Hal tersebut yang utama. Baru karbohidrat dan terakhir protein.

Jangan terlalu mendewakan daging! Karena ia sulit dicerna lambung. Apalagi susu. Susu dikenal jahat di buku ini. Tak ada baiknya sama sekali. Makanya sang penulis amat geram ketika tantenya hanya mengkonsumsi minuman itu..

Teh dan kopi juga musuh. Boleh, asal secangkir sehari. Menghilangkannya lebih ideal lagi. Yang paling penting adalah air. Kalau nggak jus buah dan sayur buatan sendiri. Alkohol? Jauh-jauh deh.

Makanan mentah seperti buah dan sayuran segar sangat diutamakan. Karena dapat membuat kondisi lambung kita dalam keadaan basa. Banyak pelaku yang dicontohkan dalam buku dan berhasil tentunya.
Gue ketawa pas penulis bilang, food combining nggak ada unsur komersialnya hanya bikin bangkrut pemiliknya. Ya, makanya konsep ini banyak ditolak ahli kesehatan.

Biayanya pun murah. Nah, di sini yang menjadi benturannya dengan dunia kesehatan konvensional. Susah bikin kaya! Tidak bisa menghidupi industri.
*page 186

Belum lagi Becham vs Pasteur. Pakar yang bertolak belakang. Pasteur bilang sumber penyakit ada di bakteri. Makanya sayuran kudu dimasak sempurna. Dimasak dengan suhu 100C agar bakteri dan kuman mati.

Hal tersebut tentu saja mengkibatkan banyak vitamin hilang. Sedangkan Becham ingin agar PH tubuh kita netral atau kalau bisa sampai basa. Makanya kudu makan buah dan sayur segar (mentah) #rawfood.

Otto Heinrich Warburg peraih nobel tahun 1931 mengatakan bahwa sel kanker tidak bisa hidup dalam PH basa. Mengobatinya dengan obat-obatan ataupun kemoterapi itu sama saja meruntuhkan kokohnya dinding dalam tubuh. Apalagi tanpa adanya perubahan lifestyle, pola makan juga. Makin ambruk deh.

Temuan vital Becham dan Warburg harus diakui sulit dikembangkan ke sisi komersial, karena tidak akan didukung oleh industri, less profit.
*page 179

Sehat itu bagaimana mengatur pola makan dengan gizi seimbang. Bukan karena kits belum sakit. Hidup sehat! Banyak makan buah dan sayur.
Terbitan Kompas 2014.