Kamis, 16 Juni 2016

Pulang [Quotes]


Aku tidak takut. Jika setiap manusia memiliki lima emosi, yaitu bahagia, sedih, takut, dan kemarahan aku hanya memiliki empat emosi. Aku tidak punya rasa takut.

Inilah hidupku, dan aku tidak peduli apapun penilaian kalian. Toh, aku bukan hidup untuk membahagiakan orang lain, apalagi mengahbiskan waktu mendengar komentar mereka.

I against my brother, my brothers and I against my cousins and I against strangers-pepatah suku Bedouin

Kau segera akan tahu bahwa dunia ini luas sekali, Bujang. Tidak hanya seluas hutan di kampung.

Kuburkan aku segera tanpa harus menunggu siapapun agar semua bisa dilupakan dengan cepat.

Semua orang memiliki masa lalu, dan itu bukan urusan siapapun. Urus saja masa lalu masing-masing.

Aku tahu Kopong sudah berusaha sangat ramah. Tapi wajah sangar tetap tidak bisa ditolong.
Di keluarga ini masa lalu, hari ini, masa depan sepertinya berkelindan erat bagi setiap penghuninya.

Aku sudah mulai melupakan lereng rimba Sumatera.lupa rasanya berlarian di ladang padi tadah hujan, melompati parit-parit hutan, berjalan di atas pohon tumbang, atau menatap kabut putih yang menggantung setiap pagi.

Jangan pernah tertipu dengan tampilan fisik.

Tidak semua di dunia ini bisa dibeli dengan uang.

Pertempuran adalah pertempuran. Tidak ada ampun. Jangan ragu  walau sehelai benang.
Bahwa kesetiaan terbaik adalah prinsip-prinsip hidup bukan pada yang lain.

Sungguh jika manusia memiliki lima emosi, aku hanya memiliki empat karena aku tak lagi memiliki rasa takut.

Tentu sekarang, Bujang! Aku tidak punya waktu untuk berdiri di sini sepanjang hari.

Salonga tidak pernahmeminta bayaran sepeser pun atas setiap pekerjaan yang Keluarga Tong berika karena dia memiliki definisi kesetiaan tersendiri.

Hanya kesetiaan pada prinsiplah yang akan memanggil kesetiaan-kesetiaan lainnya.
Samurai adalah cara hidup. Prinsip-prinsip. Kehormatan.

Katana bukan sekedar alat untuk membunuh, tapi juga simbol rasa sabar dan pengendalian diri.sejatinya dalam hidup kita tidak pernah berusaha mengalahkan orang lain, dan itu sama sekali tidak perlu. Kita cukup mengalalahkan diri sendiri. egoisme. Ketidakpedulian. Ambisi. Rasa takut. Pertanyaan. Keraguan. Sekali kau menang dalam pertempuran itu. maka pertempuran yang lainnya mudah saja.

Sekarang saatnya kau melatih diri sendiri dan menemukan jawaban dar dirimu sendiri.

Saat kau ada di titik itu, kau seperti bisa menyentuhnya, tersenyum takzim, menyaksikan betapa jernihnya kehidupan. Saat itu terjadi, kau telah pulang. Pulang pada hakikat kehidupan. Memeluk erat semua kesedihan dan kegembiraan.

Bagaimana aku melakukannya? Persis seperti yang kau bilang, kerja keras, latihan dan disiplin.
Kita tidak tahu kehidupan akan membanting kita dalam sekali. Membuat tertunduk untuk kemudian memaksa kita mengambil keputusan. Satu-dua keputusan itu membuat kita bangga,sedangkan sisanya lebih banyak menghasilkan penyesalan.

Semua orang bisa berkhianat, Bujang. Jika dia memiliki motif dan kesempatan, dia akan melakukannya.

Bersabarlah, maka gunung-gunung akan luruh dengan sendirinya, lautan akan kering. Biarkan waktu menghabisi semuanya.

Hidup adalah perjalanan panjang. Kumpulan hari-hari. Di salah satu hari itu, di hari yang sangat spesial, kita dilahirkan. Kita menangis kencang saat menghidup udara pertama kali. Di salah hari lainnya, kita tiba-tiba tergugu sedih karena kegagalan atau kehilangan. Di salah satu berikutnya, kita tertikam sesak,tersungkur terluka, berharap hari segera berlalu. Hari-hari buruk mulai datang. Dan kita tidak pernah tahu kapan dia akan tiba menegtuk pintu. Kemarin kita masih tertawa, untuk besok lusa tergugu menangis. Kemarin kita masih berbahagia dengan banyak hal, untuk besok lusa terjatuh, dipukul telak oleh kehidupan. Hari-hari menyakitkan.

Jangan dilawan hari-hari menyakitkan itu, Nak. Jangan pernah kau lawan. Karena kau pasti kalah. Mau semuak apa pun kau dengan hari-hari itu, matahari akan memenuhi janjinya,terbit dan terbit lagi tanpa peduli apa perasaanmu.

Kau keliru sekali jika berusaha melawannya, membencinya, itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Peluklah semuanya. Peluk erat-erat. Dekap seluruh kebenciaan itu. Hanya itu cara agar hatimu damai, Nak.

Semua pertanyaan, semua keraguan, semua kecemasan, semua kenangan, peluklah mereka erat-erat. Tidak perlu disesali, tidak perlu membenci, buat apa? Bukankah kita selalu bisa melihat hari yang indah meski di hari terburuk sekalipun?

Ketahuilah, Nak. Hidup ini tidak pernah tentang mengalahkan siapapun. Hidup ini hanya tentang kedamaian di hatimu.

Dia takut-dia mengakuinya-tapi dia tidak akan lari dari kenyataan itu, melainkan akan menitipkan sisanya kepada takdir Tuhan.

Menerjemahkan kembali keberanian.

Kita tidak pernah berdua.

Apakah aku takut saat ini?

Aku  membutuhkan keajaiban yang tersisa.

Tidak ada sihir. Aku hanya bergerak lebih cepat dibanding dirinya, bergerak lebih kuat. Aku telah menerobos batasan diriku sendiri.

Ketika di telah membuka tabir ‘rahasianya,’ hal yang tak  mungkin menjadi mungkin.


Sungguh, sejauh apa pun kehidupan menyesatkan, segelap apa pun hitam yang kutempuh, Tuhan selalu memanggil kami pulang. Anakmu telah pulang. 

Sabtu, 14 Mei 2016

Amelia [Quote]


Aku tenggelam dalam tarian huruf, kata, kalimat-kalimat dalam cerita. Dan waktu terus melesat berlalu

Kau hanya perlu menerima seidit saja kenyataan tersebut, maka kau akan paham.

Itulah salah-satu jawaban mengapa kemiskinan, keterbatasan bisa diberantas dengan ilmu pengetahuan. Tentu kerja keras menjadi syarat utamanya. Akan tetapi jika ditambah sedikit ilmu pengetahuan, petani kampung kita bisa hidup makmur dan berkecukupan.

Berpikir positif dan menghibur diri selalu efektif membuat perasaan kesal berubah menjadi riang.

Ingat dua peraturan dalam bagaimana menulis karangan yang baik. Yang pertama adalah tidak ada peraturannya sama sekali. Yang kedua, jika ada peraturan yang bilang ada peraturannya, maka lihat peraturan yang pertama. Biarkan jemari kalian mengalir bagai mata air deras, menuliskan cerita yang bening tak tertahankan.



Selalu menyenangkan setiap kali berhasil mengusir pergi perasaan itu, perasaan bersalah.

Sebenarnya Amel, di dunia ini ada puluhan juta anak-anak yatim piatu. Tidak ber-ayah, pun tidak memiliki ibu. Bukan hanya Norris yang ditinggal ibunya. Satu-dua di antara jutaan itu tumbuh menjadi anak yang paham, mengerti. Meski juga banyak yang sebagian besar berwatak buruk, bahkan jahat. Lantas, kenapa kita harus bersusah payah peduli padanya, terus membantu padahal semua kebaikan yang diberikan hanya dilempar jauh-jauh? Karena Norris adalah teman kita, tetangga kita. Berada dekat di sekitar kita, dan ada dalam kehidupan kita. Sebelum kita peduli pada jutaan anak-anak itu, mulailah peduli dengan yang paling dekat. Kau telah melakukannya, Amel. Jangan bersedih hati.

Bagus sekali, Gita. Jangan cemas, ini bukan soal kecepatan. Sepanjang kalian bisa menemukannya itu lebih dari cukup.

Di dunia ini selalu ada orang-orang yang memang tidak pantas mendapat perhatian, kasih sayang. Orang-orang yang memang sebaiknya dibuang jauh-jauh dari kehidupan kita.


Kau kira jika semua orang jahat kepada kau karena mereka jahat? Kau sendirilah yang membuat orang-orang membenci kau. Mereka menertawakan karena kau sendiri yang meminta ditertawakan. Semua orang berhenti berbuat baik karena kau sendiri yang justru membuang seluruh kebaikan itu.

Banyak hal di dunia ini yang tidak kita ketahui. Maka saat kita tidak tahu, bukan berarti kita berhak menyimpulkannya semau kita. Ada banyak hal di dunia ini yang terlihat jahat, menyakitkan, tapi itu boleh jadi karena kita tidak tahu, belum mengerti.

Karena hati kau terbuat dari kristal paling bening. Hanya seorang puteri terbaik yang memperolehnya. Putri Amelia.

Tetap berpikir yang terbaik akan terjadi.

Selalu saja ada orang-orang yang tetap peduli dan tidak pergi.

Tidak ada tulisan jelek, tidak ada tulisan yang bagus. Semuanya spesial

Puisinya bebas, tulis saja perasaan yang ingin kalian tumpahkan.

Tidak pernah ada kata terlambat dalam kata belajar, Nak. Tidak kemarin, tidak hari ini, juga tidak akan pernah esok lusa. Mari bergabung.


Hidup ini dipergilirkan satu sama lain. Kadang kita di atas, kadang kita di bawah. Kadang kita tertawa, lantas kemudian terdiam menangis. Itulah kehidupan. Barang siapa yang sabar, maka semuanya akan dilewati dengan hati lapang.

Doa bisa terwujud menjdi bala bantuan tidak terbilang yang dikirim langsung dari langit. Doa adalah benteng pertahanan yang baik. Sekaligus senjata musli terbaik.

Belajar menjadi petani cerdas.

Ketika kita pergi melihat dunia luar, maka kita akan menemui tempat baru, teman-teman baru, pengalaman baru, kesempatan baru. Maka, jangan bersedih.


Dan yang lebih penting apakah kita bahagia atau tidak. Apakah rasa damai dan tenteram itu hadir di hati. Kitalah yang paling tahu.

Tenang saja, selalu ada esok lusa. Pekerjaan ini membutuhkan semangat yang besar.

Sebenarnya perih, tapi itu tertutupi dengan perasaan riang melihat seluruh lahan sudah bersih.

Tuntutlah ilmu sejauh mungkin. Rengkuh ia dari tempat-tempat yang jauh. Kumpulkan dari sumber-sumber terbaik, guru-guru yang tulus. Agar terang cahaya kalian. Terang oleh ilmu. Jangan bosan karena waktu. Jangan menyerah pada keterbatasan. Jangan malu karena ketidaktahuan. Kalian adalah anak-anak terbaik yang dimiliki kampung ini.

Siapapun yang tidak pernah mengambil langkah pertama dalam memulai sesuatu, maka tidak akan pernah melihat hasil sesuatu tersebut. Tidak akan pernah.


Minggu, 27 Maret 2016

Cinder, Cinderella Masa Depan

Cinder, sebuah novel karya Marissa Meyer. Kita tentu saja sudah mendengar berbagai macam versi Cinderella. Mulai dari animasi Disney, versi manusia yang diperankan oleh Selena Gomes dan banyak lainnya.

Cinder, Trees and Sky
Bedanya Cinder yang ini kisah dari masa depan. Ketika perang dunia keempat telah tercetus. Setting-nya sangat modern. Sang tokoh utama masih saja seorang upik abu. Memiliki ibu tiri dan dua saudara bernama Peony dan Pearl. Masih, mereka masih jahat dalam novel ini. Tapi tidak dengan Peony.

Lihn Cinder
Lihn Cinder, begitu nama lengkapnya dalam novel ini. Seorang cyborg, bertubuh setengah manusia dan setengah mesin. Dalam tubuhnya terdapat banyak kabel-kabel. Ia mudah terhubung dengan internet. Melihat kabar-kabar dunia dalam sekejap saja. Sistem kabelnya pun sempurna. Saat ia merasa cemas sistem akan menyuruh tarik nafas dalam-dalam. Dan lagi, Cinder tidak bisa tersipu dan menangis.

Seorang mekanik yang ahli. Ia bekerja setiap hari di pasar. Di situlah pertama kali ia dengan Pangeran Kai. Ya, Pangeran menyamar dengan tudungnya agar bisa pergi ke sana. Apa pasal? Android Kai rusak. Nah, disitulah bagaimana cerita dimulai.


Bukan Amerika, Inggris yang menjadi latar cerita. This novel took place in New Beijing China. Tapi Pangeran Kai bukan perwakilan dari sana. Ia adalah pangeran yang akan segera menjadi Raja Bumi. Yang akan menjaga bumi dari kejahatan Ratu Levana, penguasa Bulan yang kejam dan Licik.

Levana?
Ratu Levana yang merasa paling cantik sedunia. Saking cantiknya ia tak mau siapapun menyainginya. Tak mau menatap kaca. Cukup lebay ya. Tapi begitulah ia. Si penyihir yang mampu mengendalikan pikiran-pikiran orang yang menentangnya. Ia pun tak segan membunuhnya. Uh, cantik-cantik jahat.

Pick Cinder!
Ya, jadi selain di bumi ada persetereuan manusia dengan orang-orang bulan. Khususnya Ratu Levana yang menurut Cinder cantiknya menjijikkan. Karena kecantikannya didapat dari membunuh orang-orang. Euh!

Kai and Cinder
Jadi apa hubungannya Ratu Levana dalam cerita ini? Ia ingin memperluas kekuasaannya hingga ke bumi. Tak hanya bulan saja. That’s why, orang-orang ingin agar Putri Selena ditemukan. Biar hubungan bumi-bulan berlangsung damai. Sayangnya menurut rumor, sang putri meninggal dalam kecelakaan.

Cinder or Levana?

Ini semakin mumet karena berbagai konflik membuat Kai harus menikah dengan penguasa bulan, Ratu Levana. Seru deh ceritanya. Apalagi, Cinder meski sudah berpuluh-puluh kali diundang ke pesta dansa ia tak mau datang. Tambah menegangkan karena wabah Letumosis kian menyebar dan menewaskan ratusan rakyat bumi. Pun Raja, ayahanda Kai mati karenanya. Kai tambah linglung dong antara Letumosis-Levana dan Cinder.

Walking with Cinder

Rabu, 16 Maret 2016

Menelusur Cerita Lail dan Esok

Hujan, novel terbaru dari pengarang tersohor di Indonesia; Tere Liye. Di awal bab-nya menceritakan Lail dan fasilitatornya, Elijah di dalam sebuah ruangan serba canggih. Kau tahu apa yang dilakukan Lail di sana? ia akan menghapus sebuah kenangan. Memori yang menyesakkan dada apabila diingat. 

Cerita dalam novel ini beralatar di tahun 2042 dan beberapa kenangan masa lalu sebelumnya. Saat gunung purba meletus dan mengakibatkan beberapa dunia hancur. Hanya sepuluh persen penduduk dunia yang hidup. Atas bencana tersebut Lail dan Esok dipertemukan. Keduanya semakin akrab di tenda pengungsian. Esok memutuskan menjadi relawan bagi para korban dan Lail membantu di dapur.

Ya, mereka bertahan setelah Esok kehilangan empat kakak lelakinya. Lail tinggal sebatang kara. Ayah dan Ibunya tak terselamatkan. Maka bencana tersebut mengakrabkan keduanya.

Bencana itu, memporak-porandakan kota, bahkan dunia. Banyak infrastruktur yang rusak. Fasilitas dan sebagainya. Kejadian itu juga membuat sebagian besar negara di dunia beku. Terkecuali negara tropis. Tempat tinggal Esok dan Lail.  Di sana, pada hari ke-90 pepohonan kembali menghijau dan langit masih coklat. 

Saat kota kembali cerah, para pengungsi berkumpul di panti. Seperti Lail namun tidak dengan Esok. Lail satu kamar dengan Maryam. Si pemilik rambut kribo tapi jangan salah, meski begitu rambut Maryam bersih dan wangi.

Maryam dan Lail kemudian menjadi sahabat. Kompak di asrama panti juga di sekolah. Setiap hari mereka menggunakan bus rute 12 menuju kampus. Oia, Maryam dan Lail bersama-sama hingga kuliah tiba. Rute transit mengingatkanku akan Jogja. Lebih tepatnya Mr. TJ. Oh, aku belum menulis cerita tentang itu!

Apa yang kaubayangkan; yang akan terjadi sepuluh-dua puluh tahun mendatang?

Dalam novel ini, kamera-mobil bisa terbang. Kau bisa mengambil gambar dari sudut manapun. Mengendarai mobil tanpa macet. Pun ponsel. Hape di dalam novel ini berupa hologram di pergelangan tangan. dapat diapakai dalam segala situasi. Bisa dipakai untuk bertransaksi, maupun presentasi.

Itulah mengapa ada Esok. Tokoh yang menjadi pemuda sangat jenius 

Di tahun itu, membuat lemari seperti mencetak sebuah dokumen. Pun kue. Kau hanya perlu memasukkan data bahan. Mudah dan tidak ribet. Lengkap dengan dekorasi jika kau ingin menghiasnya. Selanjutnya tinggal tekan tombol print.

Oo, Claudia! Kau tahu? Gadis semata wayang Wali kota yang membuat Lail cemburu. Itu yang membuat konflik hingga akhir cerita. Yang membuat Lail maenata hati untuk Esok. Tere Liye sering mengatakannya, dalam buku atau status Facebook. Ya, menata hati.

Cover novel ini terwakili. Sangat! Hujan dan salju. Es yang membeku. Amat mengagumkan. Mewakili keseluruhan cerita. pendapatku tentang novel ini... Jahat! Itu kata pertama yang muncul dalam kepalaku ketika menyelesaikan keseluruhan cerita. Oow! Keren sangat! kau harus membacanya!

Hujan, novel karya Tere Liye. Baca quote kerennya di sini


Hujan-Tere Liye (Quote)

Kejadian besar selalu bisa membuat orang cepat dewasa. Mereka tidak bisa menghindar, tidak bisa melawan. Mereka hanya bisa  memeluk semua kesedihan, memeluknya erat-erat.


Kesibukan adalah cara terbaik melupakan banyak hal, membuat waktu melesat tanpa terasa.

Bab lama telah lama ditutup. Bab baru siap dibuka.

Lail membalas kejamnya takdir dengan membantu orang lain. Mengobati kesedihan dengan berbuat baik. Kesibukan juga mampu mengusir kerinduannya kepada Esok.

Apakah kita akan memilih melupakan atau mengenang semua hal menyakitkan.

Jangan pernah jatuh cinta saat hujan, Lail. Karena ketika besok lusa kamu patah hati, setiap hujan turun, kamu akan mengenang kejadian menyakitkan itu.

Karena kenangan seperti hujan, ketika ia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan  tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai sendirinya.

Kamu tahu, Lail, ciri-ciri orang  yang sedang jatuh cinta adalah merasa bahagia dan sakit dalam waktu bersamaan. Merasa yakin dan ragu dalam satu hela napas. Mereka senang sekaligus cemas menunggu hari esok. Tak pelak lagi.

Bagi orang-orang yang sedang menyimpan perasaan, ternyata bukan soal besok kiamat saja yang membuat panik, susah  hati. Cukup hal kecil seperti jaringan komunikasi terputus, genap sudah untuk membuat nelangsa

Hujan-Tere Liye mengisahkan banyak hal
Kamu tahu, Lail, tidak ada kabar adalah kabar, yaitu kabar tidak ada kabar. Tidak ada kepastian juga adalah kepastian, yaitu kepastian tidak ada kepastian.

Semua harus lulus. Gagal satu, itu berarti mengulang setahun lagi. Dalam skenario yang lebih buruk, gagal dua mata kuliah, mereka akan dikeluarkan dari sekolah. Semua mahasiswa menggunakan lisensi sistem pendidikan yang dibiayai negara. Dana itu tidak akan dihabiskan untuk mahasiswa yang malas belajar.

Ada orang-orang yang sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. Maka, biarlah begitu adanya, biar menetap di hati, diterima dengan lapang. Toh dunia in selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan.menerimanya dengan baik justru membawa kedamaian.

Bagian terbaik dari jatuh cinta adalah perasaan itu sendiri. Kamu pernah merasakn rasa sukanya, sesuatu yang sulit dilukiskan kuas sang pelukis, sulit disulam puisi oleh pujangga, tidak bisa dijelaskan oleh mesin paling canggih sekalipun. Bagian terbaik dari jatuh cinta bukan tentang memiliki. Jadi kenapa kamu sakit hati setelahnya? Kecewa? Marah? Benci? Cemburu? Jangan-jangan karena kamu tidak pernah paham betapa indahnya jatuh cinta.

Di sana juga ada Maryam, sahabat Lail
Kita harus membayar mahal atas egoisme masing-masing.

Tanpa siklus hujan, cadangan air bawah tanah mulai berkurang. Bahan pangan kembali terbatas. Dan harga melesat tidak terkendali.

Gadis itu sudah berjanji akan mengendalikan perasaannya. Mengusir pergi setiap kali rindu datang. Menutup rapat-rapat setiap kali kenangan di lokasi pengungsian kembali. Siapalah dia? Bukan siapa-siapa Esok!

Lebih baik mendengar kebenaran meski itu amat menyakitkan daripada mendengar kebohongan meski itu amat menyenangkan.

Ini pekerjaan relawan bukan penugasan militer. Tak perlu mengarang-ngarang alasan.

Orang-orang kuatlah yang bisa melepaskan sesuatu, orang–orang yang berhasil menaklukkan diri sendiri. Meski terasa sakit, menangis, marah-marah tapi pada akhirnya bisa tulus melepaskan, maka dia telah berhasil menaklukkan diri sendiri.

Tetapi sesungguhnya buka melupakan yang menjadi masalahnya. Tapi menerima. Barang siapa yang bisa menerima, maka dia akan melupakan. Tapi jika dia tidak bis menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan.

Minggu, 07 Februari 2016

Padang Bulan: Lamunan Masa Lalu

Aaaaa..... Padang Bulan ini amat sangat mengesankan.

That was my comment after reading Padang Bulan. Novel ini membuatku tak bisa bernafas. Sesekali aku harus menjedakan diri. Think about something.

Mungkin itulah yang dirasakan orang-orang. Membacanya seakan kita terlempar ke masa lalu. Andrea seperti membisiki kenangan-kenangan lampau. Membuat kita terhanyut dalam arusnya. It's very nice.

Seperti misal ketika Ikal menanyakan hal tentang ulang tahun-Ikal? Ini lanjutan Laskar Pelangi?- temannya mengatakan itu hanya dilakukan kaum China. Orang-orang kaya saja. Orang udik? Mana bisa.

Atau ketika Enong hilang dikejar pemburu timah. Ia harus melompat dari ketinggian menuju dasar sungai. Membuat kuteringat cerita Randai terseret arus sungai dalam Serial Anak-anak Mamak Tere Liye. Entah itu dalam Pukat atau Burlian. Malah tahun ini heboh dengan orang-orang hilang masuk dalam lingkaran sesat terorisme.

Dan Jose Rizal! Burung merpati pengantar pesan. Itu sangat dulu bangeeet 'kan. Membuat khayalanku jatuh di masa kecil. Serial-serial televisi yang menceritakan hal sama. Saat santri dulu aku suka berharap memiliki that one. Sekedar untuk mengantar pesan pada orang tua. Di pondok 'kan tak boleh bawa telepon genggam.

Andrea berbicara blak-blakan dalam novelnya. Diksinya sederhana tapi mengena. That's why quote yang aku kumpulkan tak terlalu banyak. Afterall I really enjoy this novel most.

Endingnya menurutku sempurna. Bagus. Tak membuatku meminta lagi dan lagi. Seperti novel-novel yang aku baca sebelumnya. Pas, tak lebih.

For addition, aku belajar taknir baru dalam menulis di sini. Okay, that's all. See you later. I'll continue read the second  novel. Wait me for the next post! I promise. God willing...

Padang Bulan [Quotes]

"Bisa mencret-mencret, Boi. Itu kenyataan sebenarnya tentang ulang tahun!"
-page 53

"Pekerjaannya amat mulia yakni memperluas cakrawala pengetahuan umat manusia sebab mereka dapat menonton acara televisi dari negeri-negeri yang jauh sehingga tidak hanya dicekoki oleh sinetron-sinetron naudzubillah itu."
-page 153

"Lidah membuat dosa, semudah parang menampas pisang."
-page 163

"Kalau yang kauinginkan memamg kucing, dapatlah kau kucing. Bagaimanapun bunyinya mengeong, syukuri. Tapi, kalau yang kauharapkan pelanduk, kecewalah engkau."
-page 169

"Pertemuan dengan seseorang memgandung rahasia Tuhan. Maka, pertemuan sesungguhnya adalah nasib. Orang tak hanya begitu saja, pasti adalah sesuatu di balik itu."
-page 188

"Orang-orang itu telah melupakan bahwa belajar tidaklah melulu untuk mengejar dan membuktikanbsesuatu, namun belajar itu sendiri adalah perayaan dan penghargaan pada diri sendiri."
-page 196

"Kemampuan sastrawimu membuat kata-kata itu bernapas, lalu hidup untuk menemukan ujung nan berima-rima."
-page 222

In a fact this novel inspired me a lot.